Keris Palembang Hulu Cula Badak

 

 

Keris Palembang hulu gaya "putri malu" dengan karah ( selut ) emas yang dihiasi ornamen indah. Bilah keris dengan pamor menarik dan pesi besar & kokoh. 

 

Hal yang istimewa dari keris disamping adalah hulu terbuat dari cula badak ( rhinoceros horn ) yang sangat langka ditemukan, mungkin karena populasi badak  di nusantara relatif kecil, dan saat ini hampir punah.

 

Atas permintaan banyak teman, berikut sedikit ulasan cara membedakan dan mengidentifikasi cula badak dari tanduk lainnya serta nilai dari cula itu sendiri. ( click gambar untuk detail )

Data diatas diambil dari salah satu situs lelang ternama... cula seberat 4130 gr terjual seharga EUR 63000 + fee 23% , nilai aktual menjadi EUR 77490 ( kira-kira Rp.268.800/gr )  dan nilai tersebut belum termasuk biaya pengiriman, asuransi, dokumen dsb. 

 

Kemudian jika hendak dibuatkan hulu keris atau produk ukiran lain, biasanya rendemen bahan hanya sekitar 30%, jadi harga produk bisa melonjak hingga mencapai Rp.800.000/gr , karena faktor harga itulah... jarang dibuat hulu keris baru berbahan cula badak. ( mohon koreksi jika saya keliru )

Cara identifikasi cula badak dapat dilakukan dengan banyak cara, namun yang  paling banyak digunakan secara teknis adalah : 

 

1. Identifikasi DNA * 

Menggunakan fragmen 402-bp dari cytochrome gen-B 

2. Identifikasi Infrared ** 

Memastikan jika puncak penyerapan S-O peregangan getaran taurin pada 881 cm-1. 

3. Identifikasi Morfologi ***

Mengamati pola struktur  serat, warna,dan tampilan visual lainnya. 

 

( Untuk mengetahui lebih detail tentang ke-3 metode diatas, bisa dicheck pada referensi dibawah )

 

Dari semua cara diatas, cara yang paling mudah dilakukan, namun paling besar kemungkinan terjadinya kesalahan adalah pengamatan secara morfologi.

Untuk pengamatan morfologis, perlu diketahui bahwa pada prinsipnya cula badak terdiri atas keratin yang tumbuh seperti pertumbuhan rambut sehingga cula badak menjadi padu (solid) dengan struktur  serat lurus, relatif kasar dibandingkan dengan tanduk serta permukaan yang sedikit bergelombang jika terpotong secara melintang. ****

Secara memanjang, serat cula cukup menyerupai (baik pola ataupun warna) dengan serat tanduk, terutama tanduk kerbau bule yang lawas dan "kering", namun serat cula lebih kasar... perbandingan akan cukup jelas jika kedua bahan tersebut dibandingkan ; sebaliknya jika hanya melihat foto relatif sulit mengidentifikasi cula v.s. tanduk kerbau bule berdasarkan serat atau warnanya.

 

Gambar diatas adalah pola serat cula pada hulu putri malu palembangan.

Hal yang paling penting adalah pola potongan melintang, potongan melintang cula badak akan sedikit "bergelombang" karena struktur matrix intertubular, hal ini tidak terdapat pada tanduk lainnya, termasuk tanduk kerbau bule. 

Pada hulu putri malu diatas, struktur matrix intertubular tampak jelas pada potongan melintang dibagian kepala atas dan bahu, seperti tampak pada gambar di bawah ini :

Kemudian dari sisi warna, cula badak ada yang berwarna coklat kehitaman hingga coklat muda tergantung species badak. Pada cula yang berwarna lebih muda, biasanya akan bersifat translucent ( tembus cahaya ) dan pola serat pada permukaan akan mirip(?) serat batu akik.

 

Demikianlah sedikit ulasan tentang cara identifikasi cula secara visual, ada banyak cara identifikasi lain ( seperti burning test  ) yang tidak saya rekomendasikan karena bersifat destruktif.

 

Khususnya di Medan, pernah terdengar informasi adanya badak air, badak api, dsb. yang hanya merupakan cerita mitos yang tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya dan tanpa litelatur pendukung. Untuk mengetahui gambaran umum species badak beserta subspecies-nya, dapat di check di  https://en.wikipedia.org/wiki/Rhinoceros

 

Kebetulan dalam koleksi saya terdapat beberapa tosan aji dengan handle cula , yakni pada jambiya, saif, dsb. sehingga mempermudah identifikasi dengan memperbandingkan pola serat, warna, dan aspek visual lain dari cula badak dan tanduk lainnya.

 

Harap waspada pada oknum-oknum yang menjual hulu tanduk kerbau sebagai cula demi keuntungan ekonomis, khususnya tanduk kerbau bule yang serat lurusnya sangat menyerupai serat cula.

 

Salam Budaya,

www.PisoPodang.com

 

Referensi :

* Hsieh HM, Huang LH, Tsai LC, Kuo YC, Meng HH, Linacre A, Lee J. 2003. Species identification of rhinoceros horns using the cytochrome b gene. Forensic Science International 136: 1-11.

 

** Hieronymus TL, Witmer LM, Ridgely RC. 2006. Structure of white rhinoceros (Ceratotherium simum) horn investigated by x-ray computed tomography and histology with implications for growth and external form. J of Morphology. 267: 1172-1176.

 

*** Lynch LJ, Robinson V, Anderson CA. 1973. A scanning electron microscope study of the morphology of rhinoceros horn. Aust J Biol Sci. 26(20): 395-399.

 

**** Sims, M.E. and B. C. Yates, 2010. Macroscopic Identification of Rhinoceros Horn versus Cattle Horn. Identification Guides for Wildlife Law Enforcement No.13, USFWS, National Fish and Wildlife Forensics Laboratory, Ashland, OR.

GALLERI 

 

 

Kunjungi galleri kami untuk melihat koleksi kami beserta tosan aji yang sedang kami tawarkan.

KOLEKSI & INVESTASI

 

 

​Salah satu cara melestarikan Tosan Aji Nusantara adalah dengan berinvestasi pada koleksi yang tepat. 

MEDIA SOSIAL

Facebook


​
Twitter

 

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon

All Rights Reserved © 2016 by PisoPodang.com